Sabtu, 09 Februari 2019

TerraGreen ICO

TerraGreen ICO: Indonesia (blok ASEAN) Sektor Energi Terbarukan Ditetapkan untuk Mendesak Besar

Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara dengan cepat menjadi pasar yang menarik untuk pengembangan biomassa sebagai sumber energi. TerraGreen akan pada tahap awal mengoperasikan model bisnis energi terbarukan di blok ASEAN, terutama karena kerangka kerja peraturan yang unik yang diberikan oleh bentuk feed-in-tariff (FiT) dan struktur hukum tambahan. Oleh

Mekanisme FiT yang kuat memungkinkan untuk 'asetisasi' energi terbarukan. Ini menjadikan energi investasi jangka panjang yang layak dan sehat bagi perusahaan dan industri, melalui mekanisme penyediaan jaminan akses ke jaringan bersama dengan harga per unit yang menguntungkan untuk 'komoditas energi' yang baru ini.

Nota Kesepahaman yang sudah ada sebelumnya (2007) antara perwakilan negara-negara anggota ASEAN saat ini mendorong suasana yang kondusif untuk penciptaan jaringan listrik multinasional, bersama dengan identifikasi skala besar unit pembangkit listrik yang sesuai. Proyek interkoneksi jaringan listrik yang sedang berlangsung dan yang diusulkan memiliki tujuan gabungan dari proyek ini adalah untuk menghubungkan negara-negara ASEAN dalam rangka mempromosikan perdagangan dan pertukaran listrik di seluruh Asia Tenggara.

Unit energi tokenized akan dihubungkan secara kriptografis dengan Koin TerraGreen dan dipasang di blockchain. Aset 'nilai energi' digital yang unik ini memiliki potensi untuk menciptakan mekanisme revolusioner dan 'tidak dapat dipercaya' untuk pengelolaan limbah biomassa mikro, mulai dari sektor pertanian, pertanian, dan kehutanan.

Faktor-faktor berikut sangat penting untuk keberhasilan proyek TerraGreen dalam konteks ASEAN -
1. Produksi energi
2. Konsumsi energi
3. Likuiditas pasar

Kasus Penggunaan Unik: Skenario Energi Indonesia
Menurut perkiraan, Indonesia hanya menghasilkan 146,7 juta ton biomassa per tahun, setara dengan hampir 5.000 GJ dalam hal produksi energi. Karena itu, biomassa sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, Sumatera, Irian Jaya dan Sulawesi. Pembangkit listrik diperkirakan sekitar 150 juta ton residu biomassa setiap tahun, setara dengan sekitar 470 GJ per tahun. Sumber utama energi biomassa di Indonesia -

Sumber utama energi biomassa di Indonesia adalah -
  • Residu kayu karet (120 GJ per tahun),
  • Residu Beras (150 GJ per tahun),
  • Residu pabrik gula (78 GJ per tahun),
  • Residu minyak kelapa sawit (67 GJ per tahun),
  • Kombinasi residu kayu lapis, residu penebangan, residu kayu gergajian, residu veneer, dan residu kelapa (20 GJ per tahun)

Sumber limbah biomassa penting lainnya adalah limbah padat perkotaan (MSW). Sampai sekarang, semua limbah organik (domestik) ini dibuang di tempat pembuangan sampah atau dibakar di insinerator, sebelum dikonversi menjadi bentuk energi terbarukan yang dapat digunakan. Sebuah proyek seperti TerraGreen memiliki banyak prospek untuk masa depan, dengan keuntungan utama adalah komodifikasi energi terbarukan. Akan menarik untuk melihat bagaimana usaha baru yang kuat itu berjalan.

Untuk menemukan detail yang lebih relevan, silakan ikuti beberapa sumber untuk referensi berikut:
SITUS WEB: https://www.terragreen.io/
WHITEPAPER: https://www.terragreen.io/greenpaper.pdf
FACEBOOK: https://www.facebook.com/terragreen00
TWITTER: https://twitter.com / TERAGRE01964783
TELEGRAM: https://t.me/joinchat/IGhIuxKVTZqAqaFjHC6x1Q


AUTHOR:
BITCOINTALK ID Name: DEWI08
WALLET ADDRESS (ETH): 0x53D1Ea8619E638e286f914987D107d570fDD686B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEC777 Decentralized Exchange.

What is DEC777 Decentralized Exchange If you’re nеw tо contract-for-difference trading, оnе оf thе biggest decisions уоu саn mаkе іѕ choosi...